Postingan

Wahai Anakku...

Gambar
Nak, Bapak menuliskan kalimat-kalimat ini selepas bercanda dengamu. Setiap kali pulang dari kampus atau kesibukan lain di luar rumah, Bapak biasakan diri untuk menyapamu. Ternyata kamu sudah mengenali suara kami, Bapak dan Ibumu.
     Nak, kamu cerdas sekali berkomunikasi. Ketertarikan Bapak pada "bahasa" sepertinya akan turun ke kamu. Setiap kali Bapak menyapa, kamu selalu membalasnya dengan isyarat tendangan halus atau sedikit keras yang kadang membuat ibumu menarik napas dan melepas senyum. Apapun yang Bapak katakan, kamu selalu "mengiyakan" lewat Bahasa isyaratmu. Kadang Bapak "iseng" mengajakmu bermain, eh ternyata kamu "mengiyakan" lewat tendanganmu. Setelah Bapak menyuruhmu tidur, seketika kamu diam dan tenang kembali. Pintar sekali anakku ini...hehe

      Hampir pada setiap percakapan kami selalu melibatkanmu, bahkan kamu menjadi topik utama yang kami bicarakan. Nak, Bapak menuliskan kalimat-kalimat ini pada usiamu yang ke 6 bulan di dala…

Saudaraku, Kami Mendokanmu…!

Gambar
         Masih tempak jelas seorang manusia tegap berbaju loreng medaratkan tendangannya tepat di pundak seorang yang sedang sujud. Seketika dia berhenti dari sujudnya dan melipat sajadah. Ia tidak tenang. Lari tunggang langgang. Suara peluru dari laras panjang menghempaskan kesunyiaan ibadah hari itu. Takbir bergema diiringi teriakan histeris. Setiap mata pasti menumpahkan air mata kesedihan dikala menonton video singkat yang viral di media sosial beberapa hari terakhir ini. Itulah gambaran kondisi saudara kita di Palestina. “Kapan ujian ini akan berakhir?” Barangkali itu kalimat tanya yang selalu muncul di benak mereka. Saya tidak akan mengulas sejarah tantara Israel yang keji menindas masyarakat sipil di Palestina. Bahkan tempat suci umat Islam, Masjid Al Aqsa, disandra oleh mereka. Berbekal senjata impor dari kroninya, mereka dengan angkuh menantang Tuhan dengan memberangus siapapun yang memperjuangkan haknya untuk beribadah dengan tenang di tanah itu. Tak peduli tua dan muda, wan…

Part 3#Cita dan Cinta

Gambar
        Jika cinta memanggilmu, ikutlah dengannya. Walau jalan yang kau tempuh terjal dan berliku. Begitulah ungkap Kahlil Gibran. Dalam keikutsertaanmu dalam panggilan itu, kau harus berani menerima segala rasa, karena cinta tak hanya satu rasa. Ia bukan soal sesederhana merasakan satu rasa, bahagia saja. Tidak. Cinta soal segala rasa yang harus bisa dirasakan, manis, pahit, duka, lara, bahagia, sedih, egois, berbagi, memahami, difahami, pengertiaan, dimengerti dan semua rasa yang ada. Pandai-pandailah merasakan rasa. Itulah cinta.

Tidak akan ada sebuah kedewasaan tanpa pertentangan dan perbedaan, tidak ada kebahagiaan jika kesedihan tak tercipta, tidak ada penyatuan jiwa jika manusia tak berbeda, tidak ada surga rumah tangga jika titian masalah di rumah tangga tak kau lewati, dan tidak ada surga setelah surga jika tak ada manusia terbaik yang menjadi pilihan Allah karena amalan di dunia.
Rasa duka mengajarkan kita makna sebuah kebahagiaan dan kesyukuran terkecil sekalipun, rasa pahit…

Part 2 #Antara Cita dan Cinta

Gambar
Hmmm..sudah lama rasanya halaman tentang Cita dan Cinta tak tersentuh oleh jari jemari ini. Entah karena kesibukan yang lain atau karena belenggu kemalasan untuk merangkai kata. Terkadang bertindak itu memang lebih penting dari hanya sekadar menjejerkan barisan kalimat. Tetapi bagaimanapun juga ia tetap penting.
     Walau demikian, saya berusaha menghadirkan cita dan cinta secara nyata, setiap detik dalam tarikan nafas ini. Tentang cita-cita yang tidak akan pernah lekang oleh waktu dan usia. Juga tentang cinta yang senantiasa harum semerbak dalam tangkai kehidupan. Kita selalu membiasakan bisikan atau diskusi ringan tentang cita. Kau mulai mengukur waktu, setahun yang akan datang, dua tahun, tiga tahun bahkan sepanjang jangkaun waktu yang bisa kita hitung dengan cermat. Saya menyimak cita-citamu dengan seksama, sembari mengikuti kalkulasi hitunganmu. Sesekali saya menyela pembicaraan untuk memberikan masukan. Kemudian giliranku untuk mengukur waktu dan mengungkapkan cita-cita di m…

Buku dan Negara Maju

Gambar
Buku dan negara maju. Tak perlu dipertanyakan lagi bagaimana kaitan antara buku dan negara maju. Sudah pasti mereka sangat dekat dengan buku (budaya membaca). Tak hanya masyarakatnya, tetapi dilihat dari perpustakaan-perpustakaan kota dan kampus, mereka juga menganggarkan budget yang tidak sedikit untuk koleksi buku. Dan ketika buku-buku lama tidak terpakai atau stock di perpustakaan berlebihan, tak lantas kemudian dibuang. Mereka berkeyakinan, mungkin ada orang di luar sana ...yang memerlukan buku-buku itu. Dibuatlah tempat khusus free books (seperti di gambar). 

PBB Juga Tempat “Ngaji”  

Gambar
Entah kenapa pagi ini saya tertarik menulis tentang “ngaji”. Akhir-akhir ini cukup viral bahas soal ngaji, setidaknya di beranda FB saya. Bahwa, katanya, ngaji itu harus kepada pakarnya. Yaitu, kepada mereka yang memiliki latar belakang keilmuan agama. Pernyataan itu tentu tidak salah, bahwa semua urusan memang harus dikembalikan kepada ahlinya. Tetapi bagaimana dengan urusan agama? Bagaimana kalau di suatu tempat atau komunitas masyarakat tidak ada ulama atau ustadnya? Apakah tidak boleh membahas masalah agama? Bagaimana kalau sekedar menasehati dalam kebaikan dan mengajak kepada kebajikan? Atau hanya sharing “setitik” ilmu agama yang dimiliki dari hasil membaca atau menonton ceramah di youtube yang tentunya dengan sumber terpercaya? Bukan bermaksud untuk disebut “ustad” tetapi lebih kepada mengamalkan perintah Nabi untuk menyampaikan kebaikan walau satu ayat dan menunaikan perintah Allah untuk saling menasehati dalam ketaqawaan dan kesabaran. Saya yakin 1000% bahwa aktivitas “ngaji”…

Hati yang Jernih

Gambar
***** Seringkali hati akan menjadi penentu apakah kita merasa bahagia atau tidak, apakah mood lagi bersahabat atau tidak bahkan seluruh tubuh kita baik atau buruk dipengaruhi oleh keadaan hati. Sebagaimana yang Rasulullah tegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari: “Ketahuilah bahwa pada jasad terdapat segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh jasadnya; jika ia burk, buruklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, itu adalah hati.” Oleh karenanya bersih dan kotornya hati akan menentukan apakah kita akan menjalani kehidupan ini dengan bahagia dan penuh ketaqwaan kepada Allah SWT, atau justru hati telah terkotori sehingga sulit untuk menerima dan melakukan kebaikan. Tetapi malah terjebak pada pekatnya keburukan. Dalam sebuah lirik Nasyid disebutkan, “jika hati kian bersih, pikiran akan menjadi jernih dan prestasi cepat diraih. Namun, jika hati busuk, pikiran kotor cepat merasuk, kita akan suntuk dan terpadaya oleh setan yang terkutuk.” Benar sekali apa yang dimaksud oleh lirik lagu…